Senin, 30 Oktober 2017

Mengenali Gejala Kista Ovarium dan Proses Pengobatannya

Gejala kista ovarium yang biasanya banyak dirasakan adalah pendarahan yang jauh lebih banyak dari biasanya saat menstruasi. Wanita memiliki 2 ovarium (indung telur) yang terletak di bagian kanan dan kiri. Ovarium sendiri hanya berukuran sebesar biji kenari. Tugas utama ovarium sebagai indung telur adalah menghasilkan sel telur setiap bulannya. Dimulai dari masa pubertas hingga menopause. Namun fungsi utama ovarium tersebut terkadang mengalami gangguan karena adanya kista. 

gejala kista ovarium, cara mengobati ksta ovarium 
Kista ovarium merupakan kantong cairan yang tumbuh di dalam bagian indung telur. Kista ovarium sendiri terbagi ke dalam dua jenis. Jenis yang pertama adalah kista ovarium fungsional, yaitu kista yang muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi pada wanita. Kista jenis pertama ini tidak berbahaya karena dapat hilang dengan sendirinya. Jenis yang kedua adalah kista ovarium patologis. Kista ini adalah kista yang tergolong berbahaya karena mengandung sel abnormal. Pada beberapa kasus, sel abnormal tersebut bersifat kanker.

Penyebab kista ovarium

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab kista ovarium, beberapa faktor tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Gangguan dan masalah hormonal. Pengaruh hormonal atau penggunaan obat-obatan tertentu untuk merangsang ovulasi dapat menyebabkan munculnya kista ovarium. Namun biasanya kista yang muncul karena faktor ini adalah kista fungsional, jadi kista tersebut dapat hilang dengan sendirinya.
  2. Wanita yang memiliki endometriosis juga memiliki kemungkinan menjadi tempat berkembangnya kista ovarium. Jenis kista ini biasanya akan menimbulkan gejala berupa rasa sakit saat berhubungan seks.
  3. Pada awal kehamilan biasanya kista akan berkembang untuk mendukung kehamilan hingga plasenta terbentuk. Namun dalam beberapa kasus, kista ini tidak hilang meskipun wanita sudah melahirkan dan proses kehamilan berakhir. Hal ini lah yang membuat kehamilan menjadi salah satu faktor timbulnya kista ovarium.
  4. Infeksi panggul yang cukup parah juga dapat menjadi salah satu penyebab munculnya kista ovarium. Infeksi yang terjadi pada panggul bisa menyebar ke tuba falopi dan ovarium sehingga dapat menimbulkan munculnya kista.

Kista ovarium akan menimbulkan beberapa gejala yang cukup mengganggu diantaranya rasa sakit saat buang air kecil, pembesaran pada perut bagian bawah baik sebelah kiri maupun kanan, nyeri pada payudara dan rasa sakit saat berhubungan seks. Jika Anda mengalami beberapa gejala tersebut secara bersamaan sebaiknya melakukan pemeriksaan secara medis ke dokter. 


Mengobati kista ovarium

Pengobatan kista ovarium hanya bisa dilakukan dengan proses pengangkatan melalui operasi. Sebenarnya kista akan hilang secara alami beberapa bulan setelah kemunculannya. Untuk memastikan perlu dilakukan pengangkatan kista atau tidak, Anda dapat melakukan pemeriksaan USG. Ada beberapa faktor yang menjadi tolak ukur perlu atau tidaknya dilakukan pengangkatan kista ovarium. Hal pertama yang menjadi pertimbangan adalah ada atau tidaknya gejala. 

Dalam beberapa kasus memang penyakit kista tidak akan menimbulkan gejala apapun pada penderitanya. Jika sudah terdapat beberapa gejala yang biasanya cukup mengganggu maka proses pengangkatan sangatlah dianjurkan. Ukuran kista juga tidak kalah penting menjadi pertimbangan. Kista yang sudah berukuran besar perlu segera dilakukan pengangkatan karena dikhawatirkan memiliki kandungan sel abnormal. Kista ovarium yang terjadi pada wanita menopause juga perlu segera diangkat. Wanita menopause yang menderita kista memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena kanker ovarium. 

Oleh karena itu Anda harus sangat berhati-hati terhadap jenis kista ini dengan terlebih dahulu mengenali gejala kista ovarium.

“Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar”